• Local Phone : 021 8690 6777 | 021 8690 6770
  • Phone : 0821 1470 6170 | 0816 1740 8891
  • Whatsapp : 0821 1470 6170
  • Email : sales@timbanganindonesia.com
Home

Timbangan_Plastik.jpg

Jangan Gunakan Timbangan Plastik

14 January 2020 06:31


timbanganindonesia - Dinas Perindustrian, Perdagangan,dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang berencana mengganti semua timbangan plastik yang masih digunakan pedagang di dua pasar tradisional, yakni Pasar Cinde dan Padang Selasa.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (Disperindagkop) Kota Palembang Yustianus menyatakan, rencana ini siap dibahas bersama Kemendag ( Kementerian Perdagangan ) dalam rapat koordinasi nasional di Bandung,Jawa Barat. “Rencana penyeragaman timbangan ini sudah kita wacanakan sejak lama.Ini juga akan kami ajukan di rakornas,” ujarnya di kantor walikota kemarin.

Dia beranggapan timbangan pasar yang digunakan pedagang sekarang masih berupa timbangan plastik rumah tangga. Timbangan jenis plastik ini tidak sesuai dengan barang yang dijual belikan di pasar. “Timbangan plastik itu hanya untuk tepung, bukan untuk barang-barang pasar. Karena itu, harapan kita para pedagang dapat menggantinya dengan yang sesuai,”ungkap Yustianus.

Jika nantinya sudah ada keseragaman timbangan, Yustianus menyatakan, pedagang yang masih memainkan atau curang dalam timbangan akan dikenakan Undang-undang (UU) Metrologi Legal No 2/1981, dengan ancaman pidana kurungan tiga bulan dan denda Rp3 juta.“Jika masih melakukan kecurangan, akan kita sanksi mengacu UU tersebut,”tegasnya.

Selama ini kecurangan yang ditemukan pihaknya umumnya dilakukan pedagang yang tidak resmi. Yustianus mengakui, pengontrolan bagi pedagang yang bukan resmi tersebut belum maksimal. “Kita tidak bisa berbuat banyak, sebab pedagang tersebut berpindah-pindah tempat. Lain halnya dengan pedagang yang berada di tempat resmi. Bila pedagang kita ini terbukti berlaku curang, akan diberikan peringatan dan sanksi sesuai aturan,”kata dia.

Terkait perkembangan harga komoditas pasar saat ini, Yustianus menyebutkan, khusus harga beras sudah turun di kisaran Rp8.000 per kg. Sementara, harga beras kemasan, dari sebelumnya sebesar Rp176.000 menjadi Rp168.000. Dengan penurunan ini, dipastikan pihaknya tidak akan menggelar operasi pasar bersama Bulog. “Penurunan (harga beras) karena beberapa daerah sudah mulai panen,”jelasnya.

Sementara itu, harga kebutuhan lain diketahui masih tinggi,terutama daging sapi. Pihaknya mencatat, harga daging sapi di Palembang lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Begitu juga dengan harga sayuran dinilai masih tinggi, seperti bawang merah masih Rp23.000, cabai Rp30.000, cabai rawit Rp45.000.

Adapun harga daging ayam dinilai tidak sabil, yakni di kisaran Rp26.000–Rp28.000. Untuk minyak goreng curah Rp9.500, gula Rp13.000, termasuk kebutuhan lain masih tinggi. “Harga-harga ini kami dapat dari tim yang diturunkan ke tujuh pasar tradisional.Tim ini yang memonitor semua harga barang di pasaran,” ujar Kasi Pengadaan dan Penyaluran Lisnawati.

Gunakan timbangan berkualitas dengan harga murah. Dapatkan segera timbangan terbaik dari kami dengan menghubungi 021 8630 6777 | email : sales@timbanganindonesia.com

 

sumber : http://www.seputar-indonesia.com/news/timbangan-plastik-tak-boleh-lagi-dipakai

 




Produk yang Terkait Artikel Jangan Gunakan Timbangan Plastik

price-computing-scales-sw-ii-250x250.jpg
Weighing Scale
Detail
cas-sw-1a-weighing-scale1.jpg
SW-1A High Resolution Weighing Scale
Detail
sw-lr.jpg
SW-LR Weighing Scale
Detail
CAS-SW-1W-Trade-Approved-Scale-300x300.jpg
Water Proof & Humidity Proof SW-WR Weighing Scale
Detail